Best Friend = Business Partner

Sebuah Catatan Yang tertunda

—————————————–

Siapa kira-kira orang yang pertama kali anda ajak sukses bersama jika anda memiliki bisnis yang peluangnya bagus? pasti keluarga anda dulu dan teman-teman terdekat bukan? Begitu juga dengan saya. Sejak saya menjalankan oriflame dan tau banyak hal luar biasa yang diberikan bisnis ini, rasanya ‘gemas’ setiap hari selalu ingin mengajak teman-teman sendiri untuk ikut merasakan apa yang saya dapatkan dari bisnis ini. Namun ternyata gak semua teman saya menyambut baik, kebanyakan dari mereka enggan memulai dari nol karena sudah berada di zona nyaman. Mungkin juga malas belajar sesuatu yang baru…

Ada beberapa orang teman dekat yang akhirnya ikut bergabung kemudian mencapai level tertentu…saya bantu mereka sampai level manager, senior manager bahkan dan ada yang sudah mencapai director. Mereka pernah mendapatkan penghasilan yang lumayan bahkan cash award 7 juta, tetapi sayang kemudian mereka memilih untuk berhenti. Karena kondisi keluarga, pekerjaan, tantangan yang harus dilalui, atau alasan lain yang saya tidak tau pasti karena beberapa diantara mereka pergi begitu saja tanpa pamit kepada saya. Sedih…sudah pasti. Siapa yang gak kecewa ditinggalkan oleh teman sendiri setelah apa yang sudah kita lakukan…tetapi semua orang berhak untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, dan tentu saja saya tidak bisa memaksakan kehendak orang lain. Saya hargai keputusan mereka dan tetap lanjut terus wujudkan impian-impian saya lewat oriflame. Saya tidak perlu merubah keputusan orang lain, tapi saya harus mulai merubah diri saya untuk lebih baik dan menjadi yang terbaik.

Salah satu teman terdekat atau mungkin bisa saya sebut sahabat yang masih tertinggal di bisnis ini adalah Tuti Handayani. Kami pernah 1 bangku di SMP, ketika itu banyak waktu yang kami habiskan bersama sepulang sekolah dan ternyata kami punya hobi yang sama: Photo modelling :)). Namun sayangnya saya kehilangan kontak dengan Tuti sejak SMA. Saya tau Tuti melanjutkan kuliahnya di Bandung tapi sedih sekali saya gak tau harus menghubunginya kemana karena kehilangan nomor telpon rumahnya. Kemudian saya mengetahui Tuti bekerja di salah satu hotel berbintang 5 di Jakarta dan akhirnya Alhamdulillah silahturahmi kami bisa terjalin kembali, lalu sayapun berhasil mengajaknya bergabung di oriflame :)

Tuti bergabung di bulan Juli 2010, hanya selang beberapa minggu dari saya aktif menjalankan oriflame. Level consultant dari 0-9% dilalui dengan lancar setiap bulan. Saya senang karena Tuti termasuk downline yang rajin datang ke training dan selalu mengikuti arahan dari upline. Kebetulan tuti saya titipkan di jaringan Vidya, teman 1 kantor, first level yang saya rekrut di bulan yang sama dengan Tuti. Vidya dan Tuti kemudian menjadi partner yang kompak, bisa dibilang campur tangan saya terhadap jaringan Tuti tidak terlalu dalam karena Vidya termasuk leader yang bisa diandalkan. Naik ke level manager ternyata banyak masa sulit yang harus dilalui Tuti; level stagnant, naik turun, kehilangan core team, memang adalah hal yang wajar terjadi dalam bisnis ini, tapi saya liat semangat Tuti tidak pernah pudar. Bulan Februari 2011, Tuti pindah ke bandung mengikuti suami dan juga bekerja disana. Hal ini tidak menjadi halangan buat kami karena terbukti di bulan maret 2011, Tuti nyaris mencapai level Senior Manager, 992 BP lagi dan rasanya sediiih sekali waktu itu saya gak bisa banyak membantu. Saat itu tuti yang sedang mengikuti seminar di kantornya, memiliki keterbatasan dalam melakukan follow up jaringan dan kami para upline sudah melakukan usaha yang maksimal

Berharap di bulan berikutnya optimis bisa mengejar yang tersisa, yang terjadi justru sebaliknya, jaringan Tuti Semakin menurun. Beberapa kali tuti berada 1 level dengan downlinenya dengan bonus yang lebih kecil. Berbulan-bulan stuck di level 15%, banyak kehilangan downline-downline yang juga teman-teman dekatnya dan yang membuat saya sedih Tuti sendiri semakin tidak eksis…Tentu saja ini juga berpengaruh terhadap kondisi jaringan saya, 1 kaki director turun dan saya membiarkannya terlalu lama. Saya harus segera melakukan sesuatu.

Bulan November 2011, saya berkunjung ke bandung untuk jalan-jalan bersama suami dan anak. Disana akhirnya saya menemui Tuti, kami makan siang bersama. Saat itu saya mendengar sudah tidak ada passion dalam hati Tuti terhadap oriflame, bahkan memikirkannya pun sudah malas. Apakah saya kaget dan kecewa mendengarnya? Alhamdulillah tidak, mungkin karena saya sudah kebal menghadapi kasus yang sama :)

Lalu kami berbicara dari hati ke hati… Saya menceritakan impian, cita-cita, masa depan saya. Setiap orang harus punya impian dalam hidupnya, dengan demikian barulah ada semangat dan harapan untuk diraih. Kenapa saya mau FIGHT lewat oriflame? Apa yang saya cari lewat Oriflame? Lewat bisnis ini ternyata begitu banyak orang yang bisa kita bantu kehidupannnya menjadi lebih baik. Sebagai manusia saya harus berguna bagi orang lain…saya juga harus berguna bagi seorang ‘TUTI sahabatku’. Apa yang Tuti cari dalam hidup ini? You are already in a right company to fulfill all your dreams. So i asked her “Kalo elo masih mau jalanin bisnis ini bersama, yuk kita mulai lagi dari awal, you don’t have to answer right away, just think about it and let me know”. If she choose to leave, at least i have tried my best. Kemudian kami berpisah…

Bulan Desember 2011 Poin grup Tutii menukik tajam ke angka 1133 BP. Fiuuuuh… saya tetap optimis dan semangat bahwa sehabis gelap pasti terbitlah terang. Gak berapa lama Tuti mengabarkan saya bahwa dirinya siap untuk kembali aktif di Oriflame dan kebetulan akan kembali tinggal di Jakarta bulan Maret 2012. Alhamdulillah :) Kegagalan itu hal biasa. Kalau tidak mau bangkit itu yang luar biasa, karena meremehkan diri sendiri yang punya kekuatan.

Ternyata saya kaget Tuti memutuskan untuk tidak mencari pekerjaan lagi di jakarta alias mau fokus 100% di oriflame. Keputusan yang menurut saya cukup berani dimana saat itu bonusnya di oriflame turun ke 650 ribu. Alasannya: Capek kerja kantoran dan mau fokus hamil. Maret 2012 kami mulai bekerja sama kembali. Reaktivasi dan rekrut menjadi pekerjaan kami sehari-hari. Saya memutuskan untuk memegang langsung jaringan Tuti, disamping karena Vidya saat itu sedang hamil, saya merasa sebagai orang yang merekrut Tutilah yang bertanggung jawab penuh membantunya sampai sukses.

Bulan demi bulan ternyata kami lalui dengan tidak mudah, manager baru muncul gak berapa lama pergi meninggalkan bisnis ini. Core team yang tadinya bersemangat akhirnya mundur, dan begitu banyaknya downline yang jalan ditempat. Level tuti pun turun naik antara 15 dan 18 setiap bulan. Semakin banyak kesulitan dan hambatan adalah hal yang baik dan berguna. Oleh sebab itu mereka tak perlu untuk ditakuti. Kemudian saya mulai merekrut temen SMP kami Rita, lalu temen SD saya Inna yang saya titipkan di jaringan Tuti. Walaupun perlahan namun perkembangan mereka selalu terlihat, core team-core team baru bermunculan… tim semakin solid, jadwal kerja semakin padat.

Desember 2012, Vidya menyatakan keinginannya untuk meng-goalkan Tuti menjadi Senior Manager. Pastinya ini keinginan Tuti juga donk :) lalu kami analisa jaringan bersama, bikin strategi, bergandengan tangan, memantapkan hati dan meyakinkan diri bahwa this is it! this is the month. Harus buat prestasi di akhir tahun! Optimis pasti SM!

Recognisi Senior Manager, Oriflame Daan Mogot 2 Jan 2013

And you did it Tuti, finally a Senior Manager. I am so proud of you. Of your hard work, commitmen and dedication…diantara up and down nya bisnis ini, loe tetep tersenyum dan bersemangat menghadapi segala cobaan yang datang. Hasilnya, bonus melejit ke 5 juta plus 1 tiket Director Seminar di Bali bulan Februari nanti sudah ditangan.  Tuti tidak naik level sendirian, teman kami Rita naik ke level 15%, Inna naik ke level 12%, belasan consultant yang naik level dan memiliki bonus dari puluhan sampai jutaan. Saya optimis mereka pasti juga akan mencapai level Senior Manager di tahun ini.

Butuh 2 tahun 5 bulan bagi Tuti untuk mencapai level ini… waktu yang cukup lama, namun pelajaran yang bisa diambil adalah tidak peduli cepat atau lambat selama anda fokus pada tujuan pasti anda akan sampai juga. Bahkan tetesan – tetesan air yang kecil dapat melubangi sebuah batu yang besar, kalau itu terjadi terus menerus, Jadi jangan pernah berhenti untuk berusaha.

Melihat jaringan yang dimiliki Tuti saya yakin paling tidak tahun ini Tuti sangat potensial menjadi seorang Senior Gold Director, and i am so happy karena Tuti sudah memantapkan pilihannya lewat oriflame. Jangan lupa tut,  kita berdua punya impian untuk ngopi bareng di korea atau Inggris kan. Amiiin…:D

Dalam hidup kita, setiap orang pasti punya tujuan hidup yang harus dicapai. Tetapi sering kali kita berhenti atau menyerah pada rintangan-rintangan/ kabut yang membuat kita tidak focus atau tidak bisa melihat lagi dengan jelas tujuan kita yang pasti. Sering kali pada saat kita menyerah, pada saat kita berhenti mengejar tujuan kita.. sebenarnya itu sudah sangat dekat dangan kesuksesan – tujuan kita. Oleh sebab itu, kita harus buat komitmen untuk tetap focus pada tujuan yang pasti, tidak menyerah pada rintangan di depan, miliki keyakinan yang kuat bahwa sukses pasti kita raih, berjuanglah terus maka Anda pasti menjadi pemenangnya.

“Jangan pernah memalingkan mata Anda sedetikpun dari garis finish” – Rudy Lim

Semoga lancar kualifikasinya ya tut, jangan menyerah darling! tidak ada hal yang lebih membanggakan ketika melihat pertemanan kita semakin berkualitas dan bisa sukses bersama. Muaaah…

Anda juga mau punya income tambahan 5-7juta/bulan dari oriflame?
Silahkan klik gabung disini ya http://simplebiznet.com/?id=rosapuspasari

Rosa Puspasari
Independent Oriflame Director
0811870332
twitter @RosaPuspasari
http://kerjaonlinecerdas.com/?id=rosapuspasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*